Latar Belakang Studi Kasus
Nutrisi Tanaman

Peningkatan Panen Jagung 30% di Boyolali

Tantangan

Petani jagung di Boyolali menghadapi tantangan stagnasi hasil panen. Meskipun telah menggunakan pupuk konvensional, pertumbuhan tanaman kurang optimal dan tongkol jagung yang dihasilkan tidak seragam ukurannya, sehingga mempengaruhi pendapatan secara keseluruhan.

Solusi Triagro

Tim Triagro merekomendasikan program pemupukan berimbang menggunakan StarGro NPK sebagai pupuk dasar dan pupuk cair StarGro sebagai nutrisi susulan. Pendampingan teknis diberikan untuk memastikan aplikasi yang tepat dosis dan waktu.

Hasil yang Dicapai

30%

Peningkatan Hasil Panen

Peningkatan rata-rata hasil panen jagung per hektar.

95%

Kualitas Tongkol

Persentase tongkol jagung dengan ukuran seragam dan terisi penuh.

15%

Efisiensi Biaya

Pengurangan biaya pemupukan berkat penyerapan nutrisi yang lebih baik.

Analisis Kondisi Awal

Lahan pertanian di area studi kasus memiliki kadar bahan organik yang rendah dan ketersediaan unsur hara makro yang tidak seimbang. Praktik pemupukan sebelumnya cenderung berlebihan pada Nitrogen (N) namun kekurangan Fosfor (P) dan Kalium (K), yang vital untuk pembentukan tongkol dan pengisian biji.

Implementasi Solusi

Program pemupukan dimulai dengan aplikasi StarGro NPK (16-16-16) sebagai pupuk dasar sebelum tanam dengan dosis 250 kg/ha. Selanjutnya, pupuk cair StarGro diaplikasikan pada umur 30 dan 60 hari setelah tanam (HST) dengan konsentrasi 3 ml/liter air. Pupuk cair ini memastikan ketersediaan unsur hara mikro yang seringkali terabaikan namun krusial untuk proses metabolisme tanaman.

Evaluasi Hasil

Pada saat panen, dilakukan ubinan untuk membandingkan lahan perlakuan dengan lahan kontrol (pemupukan konvensional). Hasilnya menunjukkan perbedaan signifikan:

  • Berat Pipilan Kering: Lahan perlakuan menghasilkan rata-rata 8.2 ton/ha, sementara lahan kontrol hanya 6.3 ton/ha.
  • Kualitas Tanaman: Tanaman pada lahan perlakuan menunjukkan batang yang lebih kokoh, daun lebih hijau, dan lebih tahan terhadap serangan hama ringan.
  • Analisis Ekonomi: Meskipun ada sedikit peningkatan biaya awal untuk pupuk StarGro, keuntungan bersih petani meningkat lebih dari 25% karena lonjakan hasil panen yang signifikan.

Keberhasilan ini membuktikan bahwa pendekatan pemupukan berimbang dengan produk berkualitas dari Triagro dapat secara nyata meningkatkan produktivitas dan profitabilitas petani jagung.